Aku tahu dan akan selalu mengingat sebuah kalimat yang menyebutkan bahwa dunia ini adalah sebuah permainan! Ya. Bahkan saking mengertinya aku sendiri merasakan hal itu sekarang! Permainan? Kata itu tidak asing lagi bukan untuk manusia? Permainan bukankah itu sesuatu yang menyenangkan tuhan?.. Tapi kenapa saat aku mulai bermain pula terasa sakit sekali dihati ini.. Kenapa tuhan? Sekarang aku mengerti.. Permainan yg menyenangkan hanya ada pada anak anak. Namun permainan yg sesungguhnya ternyata dibagi dalam 2 bentuk. Kalian pasti tahu bukan? Ya, benar. Dimainkan atau memainkan. Memainkan sangat menyenangkan, namun dimainkan? Sangat pedih, sesak dan sakit dihati. Dan... Sekarang inilah yg sedang kurasa. DIMAINKAN! Aku sendiri bahkan tahu bahwa saat ini aku sedang dimainkan oleh orang2 disekitarku. Aku tahu itu. Karna akh punya hati, perasaan, dan juga otak. Membodohiku? Tidak akan mudah... Aku merasakannya. Tapi yang aku bingunkan, mengapa aku membiarkan mereka terus mempermainkan ku tanpa menghentikannya? Kenapa tuhan? Aku bahkan sama sekali tidak menaruh harapab pada mereka. Terapi kenapa aku tetap membiarkannya terus berjalan? Bukankah aku sudah hrus menjauhkan mereka? Tapi aku tak pernah mampu melakukannya. Apa aku bodoh? Membiarkan mereka bahagia dengan segala permainannya kepadaku, sedangkan disini, dihati ini terasa sakit yang mendalam. Dan aku sendiri menderita. Aku ingin sekali mengubahnya, mengubah semuanya menjadi seperti dulu. Dulu disaat aku tidak pernah mengenal dunia ini. Aku lelah. Tapi aku membiarkannya terus melanjutkan permainan itu yang selalu mengorbankan hati ini. Aku ingin marah bahkan ingin menangis dan bertanya mengapa mereka melakukan hal ini padaku? Memang apa yang telah kuperbuat? Apa salahku pada mereka yang mempermainkan ku ini? Aku tidak mengerti dan tidak akan pernah ingin mengerti! Karna telah beberapa kali kucoba untuk mengerti tapi aku lelah, otak ini lelah untuk berfikir dan rasanya ingin sekali aku tertidur, tertidur dengan waktu yang lama tuhan...
Sudahlah, semua telah terjadi.. Bahkan sekarang ini aku tidak dapat lagi menghentikan semuanya terjadi.. Aku hanya bisa melihat dengan air mata saat hatiku dikorbankan dalam permainan itu... Ya allah pedih melihatnya, begitu sakit! Tak pernah tebayangkan dibenakku dulu bahwa aku akan sampai dipermainan ini, sungguh. Aku ingin sekali beristitahat lama tuhan.. Yang lama sekali.. Saat hatiku itu benar2 telah pulih karena dilukai orang2 yang tidak punya otak itu! Ingin tuhan dan sangat sangat aku menginginkannya!:)
Selasa, 05 November 2013
Dan Kau pasti tahu
Kemudian apa lagi yg tengah terjadi dihidupku kini tuhan.. Kau lihat bukan? Aku sendiripun bingung dengan apa yg sedang kujalani sekarang ini... Tapi ini jalan takdirmu.. Aku hanya mengikutinya tanpa protes, ya. Seperti ini. Jujur tuhan aku ingin mengeluh dengan semua yang terjadi.. Maaf kan hamba tuhan, bukan maksudku untuk menyalahi takdir-Mu, tapi aku banya lelah, lelah dengan semua yg terjadi.
Bagaimana tidak? Siapapun pasti akan mengatakan hal yg sama sepertiku. Dan kemungkinan pun diantara mereka akan ada yang menyudahinya..
Tuhan maafkan aku, tapi saat ini aku hanya ingin betcerita padamu tentang jalan takdir yg telah Kau atur...
Semua orang juga tahu bahwa sahabat sangatlah berharga untuk kita, terlebih lagi keluarga, jika ada pun kekasih dia adalah salah satu juga yang berharga didunia ini.. Aku punya semuanya, sahabat keluarga dan juga kekasih... Dulu.. Ya, tepatnya dulu.. Sebelum takdirMu yang sekarang ini terjadi. Kalian bahkan tahu kan mengapa semua ini kusebut dulu? Tidak, kalian tidak akan tahu apa yang terjadi, karena aku sendiri pun ragu...
Mereka yang dulu berharga bagiku itu, semuanya menghilang. Hilang? Ya, haha cukup lucu bila dibayangkan. Kuakui dulu, memang aku yang memilih untuk menghilangkan kekasihku dari hidup ini, itu memang, adalah kesalahanku. Sahabat? Itu yang ingin kutanyakan! Kenapa mereka menghilang? Tuhan kenapa? Bukan, mereka bukan hilang dri hadapanku, tetapi mereka menghilang disaat aku membutuhkan mereka. Dari sekian banyak mereka, bahkan seorang pun tidak ada yg muncul untuk mendengarkan ku, dan mengusap air mataku, ah tidak aku tidak pernah memang menangis didepan mereka. Tapi setidaknya mereka bisa berdiri didepanku dan menyemangati ku untuk kembali tegar itu sudah cukup tuhan... Padahal disetiap mereka membutuhkan ku.. Yah sudahlah tak usah dibahas semua orang pun akan mengerti dengan yg akan kuucapkan bukan? .. Betapa terpuruknya aku saat itu, tapi mereka tidak ada! Apa itu pantas disebut sahabat? Tidak bukan? Ya. Aku tidak punya sahabat, bahkan sekaligus teman! Sekali ini aku merasakan hal seperti itu. Begini ternyata rasanya tidak mempunyai siapapun yg kupercayai! Saat itu aku hanya bisa melihat mereka terrawa didepanku.. Tanpa mereka tahu isi hatiku.. Mereka yang selalu menyebut bahwa aku sahabatnya aku terima saja, tapi jujur, dalam hatiku tidak ada satupun nama sahabat lagi terukir. Aku benci kata sahabat itu! Benci dan benar benar benar benci! Sama seperti hal nya cinta! Aku membenci keduanya! Sahabat dan cinta itu hanya omong kosong bukan? Ya. Bagaimana tidak? Bukankah sahabat itu selalu ada untuk satu sama lain.. Tapi ini, hanya aku yg selalu ada! Cinta. Bukankah cinta itu selalu bahagia saat orang yg kita cintai juga bahagia? Semua itu hanya omong kosong!
Keluarga? Sampai saat ini aku bingung, apakah aku mempunya keluarga tersebut atau tidak? Apa arti sebuah keluarga? Aku tidak tahu. Keluarga yang kupunya adalah orang orang yang sibuk dengan urusan nya sendiri! Apa itu keluarga? Mereka juga tidak pernah menghargai ku sebagai bagian dari keluarga. Bukankah keluarga itu orang yang paling dekat dan mengetahui kita luar dan dalam? Tapi kenapa keluarga ku tidak? Mungkin yang lebih mengetahui sifat asliku bahkan teman2 ku. Apa itu dapat disebuat keluarga? Dan mereka hanya bisa menceremahiku tanpa mendengarkan cerita dan keluhanku. Apa yg mereka ceramahi? Bahkan mereka tidak tahu apa2 tentang hidupku sekarang ini! Hahaha lucu bukan? Bahkan jujur, aku ingin sekali membenci mereka juga, tetapi sungguh aku tidak pernah sanggup melakukannya. Aku lebih baik mati dari pada harus membenci mereka! Mereka bagiku adalah hidupku, tapi ntahlah dengan mereka.. Dan sekarang aku hanya bisa menganggapnya tidak ada. Aku tidak mempunyai nya! Aku kehilangan mereka..
Kehilangan.. Kata itu memang biasa saja tapi sangat menyakitkan bila telah terjadi! Terlebih bila itu kehilangan orang terbaik disekitar kita... Bukan hanya satu, dua orang, tetapi ini sunggu banyak bahkan semuanya.. Inilah yang terjadi pada diriku sekarang... Kehilangan terhebat yg pernah kurasa setelah kehilangan kekasihku. Malah lebih menyakitkan.. Anggap saja ini hanya badai kecil dikehidupanku, bagaimana jika aku dewasa nanti, badai besar pasti mengejarku.. Dan akan seperti apa badai itu tuhan? Ya, aku yakin, badai itu pasti bisa kuhadapi, karna aku tahu Allah sangat menyayangiku dan takkan pernah memberikan cobaan diluarbatas kesanggupanku. Aku yakin! Tuhan pasti tahu! Karna tuhan maha tahu!!!!
Bagaimana tidak? Siapapun pasti akan mengatakan hal yg sama sepertiku. Dan kemungkinan pun diantara mereka akan ada yang menyudahinya..
Tuhan maafkan aku, tapi saat ini aku hanya ingin betcerita padamu tentang jalan takdir yg telah Kau atur...
Semua orang juga tahu bahwa sahabat sangatlah berharga untuk kita, terlebih lagi keluarga, jika ada pun kekasih dia adalah salah satu juga yang berharga didunia ini.. Aku punya semuanya, sahabat keluarga dan juga kekasih... Dulu.. Ya, tepatnya dulu.. Sebelum takdirMu yang sekarang ini terjadi. Kalian bahkan tahu kan mengapa semua ini kusebut dulu? Tidak, kalian tidak akan tahu apa yang terjadi, karena aku sendiri pun ragu...
Mereka yang dulu berharga bagiku itu, semuanya menghilang. Hilang? Ya, haha cukup lucu bila dibayangkan. Kuakui dulu, memang aku yang memilih untuk menghilangkan kekasihku dari hidup ini, itu memang, adalah kesalahanku. Sahabat? Itu yang ingin kutanyakan! Kenapa mereka menghilang? Tuhan kenapa? Bukan, mereka bukan hilang dri hadapanku, tetapi mereka menghilang disaat aku membutuhkan mereka. Dari sekian banyak mereka, bahkan seorang pun tidak ada yg muncul untuk mendengarkan ku, dan mengusap air mataku, ah tidak aku tidak pernah memang menangis didepan mereka. Tapi setidaknya mereka bisa berdiri didepanku dan menyemangati ku untuk kembali tegar itu sudah cukup tuhan... Padahal disetiap mereka membutuhkan ku.. Yah sudahlah tak usah dibahas semua orang pun akan mengerti dengan yg akan kuucapkan bukan? .. Betapa terpuruknya aku saat itu, tapi mereka tidak ada! Apa itu pantas disebut sahabat? Tidak bukan? Ya. Aku tidak punya sahabat, bahkan sekaligus teman! Sekali ini aku merasakan hal seperti itu. Begini ternyata rasanya tidak mempunyai siapapun yg kupercayai! Saat itu aku hanya bisa melihat mereka terrawa didepanku.. Tanpa mereka tahu isi hatiku.. Mereka yang selalu menyebut bahwa aku sahabatnya aku terima saja, tapi jujur, dalam hatiku tidak ada satupun nama sahabat lagi terukir. Aku benci kata sahabat itu! Benci dan benar benar benar benci! Sama seperti hal nya cinta! Aku membenci keduanya! Sahabat dan cinta itu hanya omong kosong bukan? Ya. Bagaimana tidak? Bukankah sahabat itu selalu ada untuk satu sama lain.. Tapi ini, hanya aku yg selalu ada! Cinta. Bukankah cinta itu selalu bahagia saat orang yg kita cintai juga bahagia? Semua itu hanya omong kosong!
Keluarga? Sampai saat ini aku bingung, apakah aku mempunya keluarga tersebut atau tidak? Apa arti sebuah keluarga? Aku tidak tahu. Keluarga yang kupunya adalah orang orang yang sibuk dengan urusan nya sendiri! Apa itu keluarga? Mereka juga tidak pernah menghargai ku sebagai bagian dari keluarga. Bukankah keluarga itu orang yang paling dekat dan mengetahui kita luar dan dalam? Tapi kenapa keluarga ku tidak? Mungkin yang lebih mengetahui sifat asliku bahkan teman2 ku. Apa itu dapat disebuat keluarga? Dan mereka hanya bisa menceremahiku tanpa mendengarkan cerita dan keluhanku. Apa yg mereka ceramahi? Bahkan mereka tidak tahu apa2 tentang hidupku sekarang ini! Hahaha lucu bukan? Bahkan jujur, aku ingin sekali membenci mereka juga, tetapi sungguh aku tidak pernah sanggup melakukannya. Aku lebih baik mati dari pada harus membenci mereka! Mereka bagiku adalah hidupku, tapi ntahlah dengan mereka.. Dan sekarang aku hanya bisa menganggapnya tidak ada. Aku tidak mempunyai nya! Aku kehilangan mereka..
Kehilangan.. Kata itu memang biasa saja tapi sangat menyakitkan bila telah terjadi! Terlebih bila itu kehilangan orang terbaik disekitar kita... Bukan hanya satu, dua orang, tetapi ini sunggu banyak bahkan semuanya.. Inilah yang terjadi pada diriku sekarang... Kehilangan terhebat yg pernah kurasa setelah kehilangan kekasihku. Malah lebih menyakitkan.. Anggap saja ini hanya badai kecil dikehidupanku, bagaimana jika aku dewasa nanti, badai besar pasti mengejarku.. Dan akan seperti apa badai itu tuhan? Ya, aku yakin, badai itu pasti bisa kuhadapi, karna aku tahu Allah sangat menyayangiku dan takkan pernah memberikan cobaan diluarbatas kesanggupanku. Aku yakin! Tuhan pasti tahu! Karna tuhan maha tahu!!!!
Sabtu, 14 September 2013
Tiga dan Itu Mustahil
Mencintai orang biasa saja bukan? Dengan melihat matanya,
sentuhan tanganya, dan genggaman serta perlindungan hangatnya. Itu biasa bukan?
Tapi bagaimana jika 3 hal tadi itu dilakukan kan oleh orang-orang yang berbeda.
Dilakukan oleh 3 pria? Bagaimana?
Mencintai 3 pria?.. bukan, aku tidak mengerti arti cinta itu
Hanya menyayangi.. ya hanya menyayangi 3 pria itu baru
benarr
Sungguh aku benar-benar sekarang tambah tidak mengerti
dengan kehidupan yang aku jalani. Aku benar-benar tidak tahu perasaan yang kurasa
ini. Jujur aku telah lelah dengan perasaan masa lalu ku dulu, ditambah lagi
dengan perasaan sekarang yang kurasa. Aku benar-benar-benar lelah tuhan. Kapan
aku bisa tenang? Aku ingin seperti mereka yang tidak terlalu memikirkan
perasaannya.
Bahkan dengan sekarang aku telah sedikit demi sedikit
melupakan masa laluku... membuka hati kembali... memulai kehidupanku...
mencerna kembali arti sebuah perasaan.... menghapus satu demi satu memori
itu.... membiarkan semuanya berjalan seperti adanya... tidak banyak mengeluh
dengan semuanya... membiarkan orang melalui kehidupanku... dan sekarang apa
yang terjadi??? 3 pria sekaligus masuk dalam perasaan dan juga fikiranku!!!! 3
pria? Tuhan, apakah kau bercanda? Membiarkan semua ini terjadi? Membiarkan aku
mengukir nama mereka didalam ruang hati ini? Tuhan, sungguh aku tidak
mengerti.. mengapa kau biarkan aku hanyut dalam rasa kesepianku? Aku lelah
tuhan.. benar-benar-benar lelah.
Aku tahu tuhan, dulu akulah yang meminta kepadaMu agar
hidupku lebih berwarna. Memang berwarna, lebih berwarna dari yang kupinta. Aku
bersyukur. Tapi semua ini membuatku semakin lelah. Kenapa tidak? 3 pria yang
kusayangi itu, yang telah menguasai dan menempati perasaan dan juga fikiranku
ini adalah sosk-sosok pria yang tidak mungkin bisa kuraih, tidak mungkin bida
ku genggam dan takkan muungkin bisa bersamaku. Sekarang, apa yang harus
kulakukan tuhan? Kau pasti tahu... karna Kau maha tahu:)
3 pria? Ya, 3 pria.. sempurna bukan hidupku? Hahaha sesuatu
yang sangat tidak mungkin bagi seorang wanita. Aku mneyayangi meraka.. tapi
mereka? Aku sendiri tidak tahu apa yang mereka fikirkan saat didekatku.. apakah
mereka bahagia, apakah mereka juga memikirkanku.. apakah mereka juga
menginginkanku seperti aku menginginkan mereka.. sudahlah, tak bisa aku menerkanya.
Pria pertama.. anggap saja namanya ilham. Ini hanya nama
samaran. Dia adalah teman adik sepupuku. Dia adik kelasku juga. Aku tidak
begitu tahu tentang dirinya. Yang aku tahu juga dia adalah adik dari temannya
temanku. Dia baik sekali. Senyumannya membuat aku juga ikut tersenyum. Terlebih
lagi matanya. Setiap kali aku menatap matanya.. oh tuhaan.. tidak bisa
kujelaskan dengan kata-kata. Ini kali pertamanya aku menyayangi orang yang
lebih muda dibanding aku. Dia tidak pernah menyentuhku, tetapi tatapan matanya
itu membuatku nyaman menatapnya.
Pria kedua.. anggap saja namanya heru. Ini juga nama
samaran. Dia adalah temanku. Teman sekelasku. Aku mengenalnya dengan baik. Pria
yang baik yang juga selalu membuatku tertawa bila didekatnya. Disampingnya aku
merasa nyaman. Kami sering berdua, bagaimana tidak? Karna kami sekelas. Dulu
kedekatan ku dengannya hanya kuanggap sebatas teman dan tidak lebih.. tapi lama
kelamaan kedekatan ini membuatku canggung berdada didekatnya. Terlebih..
terlebih saat, saat dia menyentuh tanganku. Tangan kami sering bergenggaman.
Saling mengukir nama ditangan itu. Dia juga sering melingungiku. Tapi ntahlah..
aku tidak mengerti dengan arti sikap itu. Sikap itu ditunjukkannya hanya saat
didalam kelas. Tapi diluar kelas? Aku tidak tahu, karna diluar kelas aku jarang
bertemu dengannya. Aku harap ini hanya sikap sebagai teman. Ya, begitulah dan
tidak lebih. Karnpa apa? Aku tidak ingin membuatku canggung diantara
teman-teman pria sekelasku yang lainnya. Karna aku bersamanya. Aku tidak ingin.
Cukup dengan keadaan seperti ini, walau itu semua menyiksa perasaanku juga.
Pria ketiga... anggap saja namanya guntur. Dia bukan adik
kelasku, juga bukan teman sekelasku. Kami memang satu sekolah. Aku
sangat-sangat-sangat mengenalnya. Bagaimana tidak? Dia adalah teman baikku.
Tapi hanya baru sekarang dekatnya. Dia idiot. Cukup dengan kata “idiot” itu aku
mengenalnya. Dia berbeda dengan pria lainnya. Menurutku. Kenapa aku
menyayanginya? Karena genggamannya dan perlindungan hangatnya kepadaku. Ini
rahasia. Tapi dia selalu menggenggamku.. kemana saja dia selalu memegangiku.
Dia juga selalu melindungiku dengan hangatnya aku bisa merasa nyaman
bersamanya. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskan sikapnya kepadaku.. tapi
menurutku aku merasa terlindungi, sama seperti dulu, saat bersama mantanku. Aku
menyayanginya. Aku juga ingin dia menyayangiku, tapi hanya sebatas teman. Cukup
sebatas teman. Aku tidak ingin canggung saat bersamanya. Aku tidak ingin dia
menganggap lebih dariku. Tidak ingin, tuhan. Walau itu menyakitkan hatiku.
Ketiga pria itu.. aku memang menginginkan mereka. Cukup
berada disisiku selalu, itu sudah membuatku bahagia. Aku mencoba berfikir
positif tentang bagaimana sikap mereka terhadapku. Ilham hanya menganggapku
kakak kelas yang dia segani. Heru hanya menganggapku sebaai teman atau
sahabatnya. Dan guntur hanya menganggapku sebagai sahabat atau bahkan adik
perempuannya. Ya, cukup sebatas itu, aku sudah bahagia berada disisi pria-pria
ku itu. Memang sakit, tapi akan lebih sakit lagi bila hubungan ini lebih dari
yang sekarang ini. Akan sangat-sangat-sangat sakit malah. Maka itu, aku akan
mencoba untuk menjalaninya seperti biasa, tanpa mengatur jarak diantara mereka.
Aku yakin, perasaan ini sedikit demi sedikit akan hilang bersamaan dengan
kedekatan kami. Contoh saja temanku, anggap saja namanya cacha. Ya, begitu
banyak pria didekatnya.. malah rata-rata temannya adalah pria-pria. Tapi kenapa
bisa dia menjalaninya, tanpa menganggap lebih tentang sikap pria-pria itu
kepadanya? Kenapa bisa? Inilah yang ingin kucoba. Seperti cacha. Tapi tidak
untuk menjadi diri cacha.
Hanya itu
Label:
perjalanan cinta
Untuk Kau "Ayah"
Ayah..
Ingatkah kau dulu? Kau yang dulu adalah orang yang selalu
menyayangi dan melindungi ku.. aku begitu ingat semua kejadia yang kulalui
bersamamu. Betapa tidak, kau dulu adalah orang yang sangat teramat kusayangi
dan kuhargai.
Aku ingat, dulu.. kau selalu ada disisiku saat kubutuh. Kau
bahkan rela menampar anakmu sendiri yang kusebut “abangku” karena dia telah
membuatku menangis, padahal dulu aku hanya berpura-pura menangis. Padahal dulu
itu dia tidak sama sekali menyakitiku.. dia juga menyayangiku sama seperti kau,
tetapi dia selalu memperlihatkan kasih sayangnya dengan selalu mempermainkanku.
Karena aku lelah dulu.. makanya aku menangis ayah.
Aku juga ingat.. dulu.. diantara kita sama sekali tidak ada
rahasia. Aku selalu mennceritakan masalahku kepadamu, juga hari-hariku. Dulu..
bahkan bunda saja juga tidak tahu beberapa rahasia yang kita miliki. Aku
membatasi diri kepada bunda, karena kupikir bunda juga lelah menghadapi 3
anaknya yang lain. Makanya aku jarang menceritakan segala hal kepada bunda..
Aku juga ingat, dulu.. ayah juga sering mengantar jemputku
disekolah, setiap hari malah. Aku selalu kau gendong setiap pulangnya. Walau
itu hanya berlangsung sampai aku sd, tidak saat smp. Lalu kau ingat juga tidak?
Setiap pulang kerja, setiap malam.. baru diambang pintu.. kau langsung
memanggil namaku ayah selalu. Apalagi saat kau berpergian jauh dan tidak pulang
selama beberapa hari. Kau rindu aku, aku pun juga rindu kau. Aku ingat, saat
kau memanggil namaku, aku selalu berlari menghampirimu dan kau mengembangkan
kedua tangan mu untuk menangkapku, lalu kau menggendongku, kadang
memperlihatkan sesuatu yang kau bawa dari luar. Kau tidak pernah melupakanku.
Bahkan seseorang yang kusebut “kakakku” merasa iri kepadaku, karena ayah hanya
mengingat ku dan tidak mempedulikannya. Berulang kali ayah menjelaskannya
kepada kakak, agar dia mengerti. Tapi aku tidak tau, apa yang telah dijelaskan
ayah.
Aku ingat, dulu.. waktu aku telah beranjak remaja, saat aku
memasuki smp, ayah masih tetap menyayangiku. Walau saat itu telah ada sedikit
jarak diantara kita. Tapi ayah tetap meluangkan waktunya demi aku. Selalu.
Terlebih saat aku ada masalah. Padahal aku tau, saat itu ayah sedang
sibuk-sibuknya. Tapi aku selalu menganggunya. Aku juga bangga saat pembagian
rafor. Kenapa? Bukan karena aku selalu mendapat juara, bukan. Tapi karena ayah
lah yang selalu datang mengambilnya. Selalu diluangkannya waktu, padahal dia
tau, aku tidak akan pernah membuatnya bangga dengan nilaiku yang standar.
Kenapa aku bangga? Karna aku melihat teman-temanku yang mengambilkan rafornya
adalah ibu.. tapi tidak dengan aku. Ayahlah yang selalu mengambilnya. Dirumah
pun, kadang ayah mengada-ada cerita tentang nilaiku kepada ibu. Dia membuat
seola-olah aku ini membanggakan. Ya, itulah ayah. Aku selalu menyayanginya dan
akan terus menghormatinya.
Tapi saat itu tiba.. saat dimana semuanya berubah. Saat
adikku lahir. Semuanya berubah. Tidak seperti dulu.. lagi. Ayah lebih
memperhatikan adikku itu. Sangat menyayanginya. Aku iri, aku tidak ingin semua
berubah. Dia “adikku” mengambil posisiku itu. Aku tidak rela. Tapi... ayahlah
yang berubah. Semakin jauh jarak diantara kita. Ayah semakin jarang
memperhatikanku. Berkomunikasipun jarang. Seadanya. Sampai suatu saat.. saat
aku dimarahinya.. dihardiknya.. diacuhkannya.. sebenarnya aku telah biasa
dengan sikap itu karena bunda. Tapi ini... ayah...
Aku tidak biasa diperlakukan seperti itu oleh ayah,
sungguh.. aku tidak bisa.. saat itu aku menangis. Seolah-olah ayah melakukan
kekerasan terhadapku. Bahkan kakakku sendiri saja mengatakan aku terlalu
berlebihan sampai menangis. Kadang aku berfikir, kenapa bunda melakukan hal
yang sama seperti ayah aku tidak menangis? Tapi saat ayah melakukannya aku
menangis.. kenapa? Saat itu aku benar-benar melihat perubahan ayah. Ayahku yang
dulu... telah berubah. Apa karena adikku?
Dan tibalah saat itu.. saat dimana aku tidak lagi melihat
ayahku yang dulu.. saat pembagian rafor. Aku ingat, dulu tanpa aku minta, ayah
yang datang kesekolah menjemput raforku. Tapi saat itu aku memohon untuk ayah
datang.. dan ayah tidak ada waktu. Bunda pun saat itu juga sama tidak ada
waktu. Aku muak, dan aku tidak peduli. 2 kali penerimaan raforku yang terakhir
bukanlah orangtuaku yang menjemutnya. Yang perrtama adalah adik mamaku. Dan
yang kedua adalah abangku.
Jujur aku tidak sanggup, tapi kakakku mengatakan sesuatu hal
kepadaku. Sesuatu hal yang membuatku dapat mencoba untuk memulai semuanya tanpa
kasih sayang ayah lagi. Semua orang memang akan berubah. Begitu juga aku dan..
ayah. Hidup ini memang keras. Dan ini adalah saat yang baru dinamakan kehidupan
dalam hidupku selama ini. Tanpa kasih sayang ayah, hidupku tidak akan berhenti
sampai disini. Akan kubuat ayah memandang ku lagi, tapi tidak seperti dulu..
tidak seperti anak yang dalam gendongannya dulu.. ayah akan melihat anaknya
yang tersenyum bahagia mencapai kesuksesan untuk membahagiakan ayah dan
bundanya.. aku berjanji ayah.
Label:
keluarga
Wanita Dikegelapan
Suatu saat, aku melihat sesosok wanita dikegelapan itu..
wanita yang dulu, wanita yang terlebih dahulu jatuh ditempat ini. Bukankah...
bukankah dia sudah pergi dan menghilang dari tempat ini? Bukankah begitu yang telah terjadi? Tuhanku,
apa yang sebenarnya terjadi tuhan? Apa rencanamu sebenarnya, aku yakin Kau tahu
semua ini bukan? Sungguh tuhan aku tidak mengerti.. sungguh.
Dia tidak menghilang, sesosok wanita yang kukenali itu tidak
pernah menghilang dari tempat ini.. tidak pernah. Aku lah yang telah
melupakannya karena terlalu bahagia dengan cahaya indah itu, sehingga
melupakannya yang selalu melihatku, yang sebenarnya telah mengambil posisinya.
Aku melupakannya, dan dia tidak pernah menghilang.
Perlahan demi perlahan cahaya itu datang, tapi bukan
kepadaku lagi.. namun pada sesosok wanita yang kukenali itu. Aku melihatnya,
tapi aku tidak dapat berbuat apapun. Aku hanya dapat melihat. Aku ingin rasanya
merebut cahaya itu darinya, tapi mungkinkah? Mungkinkah aku dapat tega
merebutnya kembali, untuk yang kesekian kalianya? Itu tidak akan mudah dan
tidak akan pernah mudah untuk kulakukan. Pertama karna aku tidak yakin cahaya
itu ingin bersama ku kembali setelah goresan yan telah kuukir diruangan itu?
Kedua sebagai wanita, aku juga tidak akan pernah tega pada wanita itu. Sebab
dia adalah temanku. Bagiku cukup sekali aku menyakitinya. Cukup
Aku mencoba membiarkannya mengambil lagi yang memang hak
nya. Dia pantas memiliki cahaya itu. Karna menurutku dia dan cahaya itu memang
berjodoh. Mengapa tidak bersama ku saja cahaya itu kembali, mengapa? Karna
memang dia bukanlah takdirku.. cahaya itu.. sebenarnya aku menginginkannya.
Ternyata melihat wanita itu kembali memiliki cahaya indah itu dikejauhan
membuatku sangat sakit, entah itu dari mana datang sakitnya. Aku terasa sesak
bernafas saat itu, sesak sekali. Aku kehilangan udara diruangan itu. Melihat
sang cahaya indah berusaha kembali pada wanita itu aku merasa mereka memang..
memang, entahlah. Aku sendiri sampai
tidak bisa berfikir dan merasakan apa yang kurasa sebenarnya.
Wanita itu.. dia adalah temanku. Aku ingin dia bahagia.
Kenapa? Karena dulu aku pernah merebut kebahagiaanya. Sekarang apa yang
kulakukan? Mau merebut kebahagiaannya lagi? Begitu? Aku berjanji tidak akan
melakukan hal bodoh itu lagi untuk yang kesekian kalinya. Entah kenapa aku
ingin dia bahagia. Entah perasaan itu dari mana munculnya, aku juga tidak tahu.
Dari awal aku merebut cahaya indah itu, telah muncul perasaan itu terhadapnya.
Sampai detik ini aku hanya menyimpulkan itu hanya perasaan bersalahku
terhadapnya.
Berfikirlah.. sekarang aku hanya bisa diam dan melihat
cahaya indah yang dulu sempat kurebut dan bersamaku dengan bahagia yang kurasa
kini telah kembali kepada sesosok wanita yang kukenali itu.. memang, memang
sebenarnya itu adalah hak nya. Apa yang dapat kulakukan sekarang tuhan? Bunda
dimana kau? Ayah, apa sebenarnya yang terjadi? Aku menginginkan cahaya itu
kembali, menemaniku dikegelapan ini.. aku membutuhkannya. Tapi aku tidak bisa
biarkan wanita yang kukenali itu menderita kembali sama seperti ku sekarang.
Aku tidak menginginkannya bersedih, entah kenapa. Aku ingin dia juga bahagia.
Tapi tuhan, bunda, ayah........ bagaimana denganku? Apa yang kulakukan
sekarang? Aku juga sakit disini, menderita dengan perasaan ini, bahkan juga korban
dalam kecelakaan ini. Apa aku harus membiarkan nya bahagia bersama cahaya indah
itu, sedangkan aku disini bersedih dengan kegelapan ini? Ya tuhan, bunda, ayah
bantu aku.. ku mohon....
Namun dulu? Dulu.. bagaimana bisa sesosok wanita yang
kukenali itu dapat bertahan melihatku bahagia bersama cahaya indah yang telah
kurebut darinya? Bagaimana bisa? Sedangkan dia juga tahu aku adalah temannya..
aku merampas kebahagiaan yang seharusnya menjadi hak nya, aku menyingkirkan
wanita itu dari posisinya, aku membiarkannya melihatku dengan kegelapan itu,
bahkan aku mempertontonkan kepadanya bgaimana aku bisa bahagia bersama cahaya
indah itu.. bagaimana aku dapat melakukan semua itu? Bagaimana bisa?
Didepannya? Tanpa sepengetahuanku dia menderita.. aku membiarkannya
tercampakkan dan aku melupakannya.. itulah yang telah kulakukan terhadapnya.
Sesuatu yang telah diluar kendaliku.. itulah yang selalu kulakukan bila bersama
cahaya itu. Sejahat itukah aku selama ini? Menikung temannya sendiri? Pantaskah
aku disebut “teman”?
Sekarang, setelah lama aku berfikir untuk semua ini,
akhirnya aku menemukan jawaban untuk semua pertanyaan bodohku itu. Aku tidak
tahu apakah yang kulakukan ini akan benar atau tidak, karena itu hanya tuhanlah
yang tahu. Sekarang aku hanya akan melakukan sesuatu yang menurutku adalah
benar. Dari awal itu bukanlah cahaya indah kepunyaanku, itu adalah milik wanita
itu, temanku. Aku merebutnya. Aku bahkan membiarkan wanita itu menderita.
Bahkan aku melupakannya. Cahaya indah itu tidak bisa kukendalikan. Bersama
cahaya indah itu aku banyak melupakan segala hal. Lalu apa? Aku bahkan
menggoreskan luka pada ruangan itu. Aku menginginkan cahaya itu karena aku
membutuhkannya. Bukan untuk menikmati cahaya yang indah itu. Aku hanya butuh
cahaya untuk kegelapan yang kubenci ini. Inilah yang salah pada diriku, aku
memikirkan diriku sendiri. Aku egois, aku pun juga munafik. Aku tahu itu. Dan
sekarang... wajarlah aku mendapatkan pembalasan dari segala yang telah
kuperbuat. Itu biasa disebut orang adalah “karma”. Ya, karma. Aku bahkan tidak
mengerti akan hal itu. Tidak, sama sekali tidak mengerti. Jujur, aku tidak
percaya dengan karma, tapi itu sebenarnya adalah takdirku. Ya, anggap saja aku
percaya. Ya, karma. Aku telah bersalah pada wanita yang kusebut “temanku” dan ruangan
ini. Aku tidak sepantasnya disini. Tapi bagaimana aku bisa keluar? Aku ingin
keluar dari sini. Aku harus pergi dari tempat ini. Karna aku juga menginginkan
wanita itu bahagia sepenuhnya, tanpa ada yang dipedulikannya. Karna wanita itu
melihatku.. aku tidak tahu apa yang difikirkannya. Tapi aku yakin dia juga
ingin bahagia bersama cahaya itu kembali. Jujur, aku telah tersenyum. Tapi
wanita itu tidak melihat senyumanku. Dia masih ragu untuk menjangkau cahaya
indah itu. Aku memutuskan untuk pergi juga karena aku tidak ingin menderita
didalam ruangan idengan kegelapan, aku membencinya. Aku benci ruangan ini.
Kenapa? Karena sampai sekarang ruangan tidak meperlihatkan pintu keluar dari
sini. Ruangan masih menyembunyikannya. Ruangan ini tidak membiarkanku pergi.
Kalau hanya dengan diam dan melihat bersama kegelapan saja, sampai kapan pun
aku tidak akan pernah bisa keluar dari sini dan mendapatkan cahaya yang lebih
indah yang akan lebih bahagia lagi. Aku harus melakukan sesuatu hal. Ya, harus.
Tapi.. apa? Bahkan aku sendiri tidak tahu aku berada diposisi mana dari ruangan
ini.. lalu bagaimana aku bisa menemukan jalan?
Aku percaya kata hatiku.. kata “hanya waktu yang dapat
menemukan jalannya, terus dan teruslah berjalan.. karena jalan itu ada. Akan
ada. Ya, ada.”
*tamat
Label:
kisah cinta
cahaya indah bersama goresan
17 agustus 2013
Tuhan.. kepada siapa sekarang aku bisa mengadu semua yang
kurasa? Telah kucoba tuk mengadu pada mereka, yang katanya adalah “sahabatku”
tapi sepertinya mereka tidak pernah mengerti dengan apa yang telah terjadi
dihidupku..
Percuma rasanya aku bercerita, sia-sia rasanya aku mengeluh
dan tak ada yang dapat mereka dapat katakan kecuali “sabar” dan “terserah
padamu mes”.. hanya itu? Anak tk pun menurutku dapat juga mengatakan yang hal
itu. Yah sudahlah, tidak pula dapat aku menyalahkan mereka dalam keadaan
seperti ini. Karna apa? Karena mereka memang tidak pernah berada diposisiku
sekarang ini bukan? Ya, tentu. Karna menurutku diantara kami ber-8 hanya aku
yang terlalu rumit dalam menjalani kisah cinta yang bahkan menurutku tidak akan
ada ujung ceritanya. Padahal Kau tau tuhan.. ini adalah awal aku menjalani nya.
Memang, Kau akan pasti tahu semua tentangku...
bunda... anakmu yang 16 tahun lalu engkau lahirkan ternyata
sudah beranjak dewasa bunda. Kau mungkin tidak akan pernah tahu perasaanku saat
ini, karna sejak kecil aku sudah memulai membatasi diri terhadapmu, membatasi
semua yang kau tahu akan kegiatan-kegiatan yang kulakukan selama ini, bahkan
banyak kebohongan saat kau selalu bertanya “bagaimana harimu nak?” jawaban yang
singkat “baik-baik saja kok bunda..” yang kuberikan kadang kepadamu. Aku
berfikir tidak ingin menambah bebanmu lagi bunda itulah tekadku, terlebih bila
kau tahu apa yang sedang dialami anakmu sekarang ini bunda.. bila kau tahu, aku
yakin siapapun ibu yang tahu anaknya mengalami kesulitan pasti akan sedih,
terlebih melihat masalahku ini, aku yakin bahwa kau akan menangis.. itulah yang
tidak ingin kulihat selama hidupku, tidak ingin melihatmu menangis terlebih
didepanku apalagi karenaku bunda.....
ayah... kau tahu bukan? Anak yang dulu selalu kau manjakan
ini sekarang ternyata telah dewasa yah.. bagaimana tidak, ah sudahlah tak usah
dibahas. Karena semua orang juga tahu itu kenapa. Ayah, aku ingin sekali
mengadu padamu, seperti dulu saat aku terjatuh dari sepeda.. aku menangis dan
mencari perutmu, bukan pundakmu untuk menangis karna kau tahu dulu bahkan
tinggiku tidak melebihi dadamu ayah.. kali ini aku memang terjatuh lagi ayah,
tapi bedanya bukan lagi dari sepeda.. aku terjatuh pada hati seseorang. Ayah
kau tahu tidak? Aku terperangkap didalamnya ayah, gelap, ayah tahu bukan aku
tidak menyukai kegelapan itu.. aku ingin menangis bahkan berteriak ayah, aku
telah berusaha mencarimu, selalu.. tapi aku tersesat disana ayah. Aku tidak
bisa menemukanmu.. tidak bisaa..
tuhan, ibu, dan ayah...
kalian tahu? Sayangnya aku tidak terperangkap sendirian
disana, tapi bersama seseorang yang telah terjatuh terlebih dahulu dibandingkan
aku.. itulah yang menyebabkan aku terluka, sangat sangat terluka. Bagaimana
tidak? Awalnya aku berharap hanya akulah yang akan memiliki ruangan itu, tempat
itu adalah aku yang menguasai.. tapi ternyata tidak. Yang terlebih pedih lagi,
aku mengenal sosok itu, seorang wanita tuhan.. seorang wanita bun.. seorang
wanita yah.. dia adalah teman ku sendiri. Memang tidak terlalu dekat, tapi aku
teramat tidak menyangka bahwa dunia ini sangatlah sempit. Mengapa harus
bersamanya? Dan mengapa harus dia yang terlebih dahulu terjatuh? Tuhan aku
sakit, bunda tolong aku, ayah bantu anakmu ini...
tidak terbesit sama sekali diotakku akan menguasai tempat
itu sendirian dan mencampakan sesosok wanita itu.. tidak pernah, dan tidak akan
pernah. Namun wanita itulah yang tiba-tiba menghilang. Awalnya aku takut berada
ditempat itu sendirian, takut. Maka dari itu aku memilih untuk memojok dan berdiam
diri diruangan itu. Sebenarnya tempat itu tidak ada ujung, apalagi pojokan, itu
hanya ada dalam fikiran ku. Anggap saja ada. Ya ada.
Lama, tapi tidak terlalu lama memang, sipemilik ruangan itu
datang memanggilku dan memberikan sebuah cahaya keindahan didalam ruangan yang
sempat kubenci itu. Indah sangat indah tuhan, bunda, ayah.. indah sekali.
Sekali itu aku melihat cahaya yang menentramkan dan memberikan keindahan
dihidupku.. dulu, dulu aku ragu menerima cahaya itu, karna aku takut cahaya itu
akan pergi lagi dan membiarkanku dalam kesendirian lagi. Tapi dia menjanjikan
cahaya itu akan selalu bersamaku. Aku menerimanya, karna aku membutuhkannya.
Itulah yang kupikirkan.
Dugaanku benar, tidak lama, tapi sedikit agak lama. cahaya
itu mulai hilang kembali.. perlahan tapi pasti. Aku yakin. Karna ketakutan ku
itu, aku membuat suatu kesalahan, kesalahan yang saat itu ku pikir benar. Aku
meggoreskan sebuah luka diruangan itu, sehingga membuat sipemilik ruangan marah
dan menghilang bersama cahaya yang telah menemaniku beberapa bulan itu, cahaya
indah itu menghilang tuhan, bunda, ayah... menghilang.
Aku berdiri lama dan sangat lama diruangan itu. Aku ingin
beranjak tapi aku takut.. gelap, gelap sekali. Aku ingin keluar tuhan, bunda
tolong aku, ayah bantulah anakmu... aku berharap ada suatu keajaiban dimana
goresan itu bisa menghilang dan sipemilik ruangan datang kembali bersama dengan
cahaya indah itu.. itu yang saat ini aku harapkan..
Berbulan-bulan lamanya, aku melupakan sesuatu.. bukan, tapi
seseorang.. dia dulu bersama ku disini, dia yang terlebih dulu terjatu didalam
tempat ini. Bagaimana dia bisa menghilang dan keluar dari tempat ini?
Bagaimana? Kenapa dia bisa? Akupun yakin aku dapat keluar dari sini seperti
dia.. hanya waktu yang dapat menjawab semua itu menurutku, sama seperti waktu
itu aku masuk dan wanita itu menghillang. Aku yakin dapat keluar bila datang
seseorang yang terjatuh lagi disini.
Aku menunggu saat itu.. amat teramat menunggu.. namun tidak
ada yang datang..
Tapi aku yakin akan ada yang datang menggantikanku disini.
Dan juga akan ada cahaya indah baru yang menjemputku.. aku yakini itu!:)
Berlanjut......
Label:
kisah cinta
Jumat, 26 Juli 2013
PUISI BISU
Tidak masalah bukan bila aku membahas sebuah kenangan
bersama mu?
Tentu tidak.. karna dalam kenangan itu pun juga ada diriku.aku
tidak tahu apa yang ada difikiranmu saat selama bersama ku, namun jujur aku
berfikir selama saat beramamu itu kau begitu mengesankan.. kenapa? Karna kamu
mampu membuatku BUTA..
Cerita anak SMA yang masih ingusan mungkin.. bagaimana
tidak? Bukankah lucu mendengar seorang anak SMA belum pernah berpacaran? Sudahlah
itu tidak perlu dibahas... kamu merupakan pacar pertama dan bukan yang
terakhir untukku!
Karna ketidakmengertianku akan arti cinta, aku membuat
beberapa hal-hal gila yang setelah aku fikir itu terlalu berlebihan bila aku
berikan padamu.. salah satunya puisi-puisi cintaku
Aku
terkadang heran dengan diriku sendiri
Disetiap
senandung kata dihatiku ini
Selalu
ada terbesit sebuah nama yang kukenali
Nama
yang indah seperti pelangi
Nama
yang kuinga dipagi hari
Saat
dimana hari-hari kumulai..
Kerinduanku
pada dirimu kasih
Cukup
dengan senyuman mewakili
Walau
banyak orang yang kudekati
Namun
hanya dirimu satu dihati
Dirimu
yang kusayangi
Cintaku
hanya untukmu kasih
Aku
memang tidak mengerti arti rasa ini
Namun
demi dirimu pujaan hati
Kan
kucoba tuk pahami
Walau
harus beribu kali..
Kutau
kita saling mendustai
Namun
dusta itulah yang menjadikan kau bagai pelangi
Kan
kucoba tuk mengerti
Karna
dirimu takkan pernah menjadi,
Milikku
selamanya pujaan hati
Tapi,
Cintaku
untukmu kasih takkan pernah mati....
Begitu banyak memang puisi-puisi
cinta yang telah kutuliskan untukmu, namun aku tegaskan jangan pernah mendalami
terlebih mempercayai puisi-puisi itu, karna bahkan aku sendiripun tidak
mengerti dengan apa yang telah kutulis itu.. hanya saja waktu itu mungkin aku
terlalu menyayangimu lalu terlena dengan dirimu.. entahlah, aku juga tidak
mengerti dengan semua yang telah terjadi, karna semua yang ada itu hanya omong
kosong. Kamu ingat tidak? Malah sebelum kita terpisah bahkan kita sempat
mengucapkan janji-janji yang tidak aku pahami pula.. aku ingat, tapi ntahlah
dengan dirimu. Usailah sudah semua tentang cinta buta ku tersebut!
Isitilahnya aku mengucapkan janji
dan menuliskan puisi-puisi cinta itu dipasir pantai yang tidak akan lama pasti
akan terhapus oleh air laut.. begitulah arti cinta yang aku berikan padamu itu
hanya sementara, sebab aku sama sekali tidak mengerti akan hal itu sayang.
Kamu mengerti tidak kata-kata yang
berulang kali kamu katakan padaku? Awalnya kagum, kemudian suka, dan setelah
itu sayang, lalu barulah cinta... suka? Kagum? Sayang? Dan cinta? Jujur dari
awal kamu mengatakannya padaku aku tidak mengerti sama sekali. Bahkan kamu tau
itu. Dan kamu berjanji akan mengajarkan aku tentang rasa itu bukan? Tapi sebaliknya
kamu tidak sama sekal menunjukan kepadaku arti dari semua kata itu, kamu malah
menunjukan arti kata-kata lain yang bahkan tidak ingin aku ketahui dan
mengerti! Pedih, sakit, cemburu, dan diduai hahaha.
Puluhan orang mungkin telah
kutanyakan pertanyaan yang sama seperti yang aku tanyakan padamu.. puluhan
jawaban yang sama pula telah aku dengarkan. Secara logika aku mengerti
perbedaan dari rasa semua itu.. namun secara perasaan sama sekali tidak ada
yang dapat dibedakan.
Orang yang terakhir kali kutanyakan
itu adalah kepada seorang lelaki yang satu tahun lebih tua diatasku..
jawabannya “suka itu yaa kita suka aja
liat orangnya, senang kalau dia ada dekat kita, suka juga liat style nya, dan
ada saat nya juga kita illfeel sama orang itu. Kalau kagum itu contohnya kayak
kita kagum pada seseorang kayak artis, kita kagum karna sesuatu hal yang dia
miliki. Kalau sayang ya sayang. Sayang itu hampir sama dengan cinta, tapi
sayang itu ada banyak macamnya, contohnya aja sayang kepada Allah juga sayang
kepada kedua orangtua atau keluarga, sayang kepada teman dan sahabat dan sayang
kepada pasangan kita. Kalau cinta iu susah didefinisikan, yang jelas bila kita
cnta sama seseorang berarti kita juga sayang kepadanya. Cinta itu ya Cuma buat
satu orang dan gak banyak-banyak. Cinta itu ada juga yang buta. Cinta itu gak
harus memiliki, dan yang penting cinta itu kita bahagia bila melihat pasangan
kita juga bahagia”. Okay bang, thanks buat jawaban nya..
Cinta itu buta.. oke bisa aku
terima.
Cinta gak harus memiliki? Hellooo..
jaman sekarang itu udah gak jaman perumpamaan kayak gitu. Perumpaan itu Cuma ada
di ftv-ftv dan sinetron aja. Aku coba fikir pakai logika saja cinta ya cinta,
cinta itu aku sayang, cinta iitu aku suka, cinta itu aku kagum.. jadi wajar gak
sih kalau aku cinta dengan seseorang aku gak harus milikin dia. seandainya aku emang
cinta dengan orang itu ya tentu harus dperjuangkan dong, namanya juga cinta..
Bahagia bila melihat orang yang aku
cintai bahagia sama oranglain gitu? THIS IS BULLSHIT BRO... namanya juga cinta,
ya tentu dong aku ingin bersama orang yang kita cintai.. bagaimana mungkin aku
bisa bahagia hanya dengan melihat orang yang aku cintai bahaia bersama
oranglain, berbagi suka dan duka dengan orang lain, tertawa bersama oranglain,
dan segalanya tidak bersama aku? Itu sama sekali tidak masuk akal. Siapapun didunia
ini pasti menginginkan orang yang dia cintai bersamanya dan bahagia bersamanya,
hanya orang-orang munafiklah yang mengatakan hal itu.. kata-kata itu hanya
cocok sebagai penghibur untuk orang yang berputus asa dalam percintaan..
Okay, aku tidak menggerti cinta,
tapi aku mengajarkan orang-orang tenatng cinta.. kenapa? Kenapa aku bisa
mengajarkan orang tenang cinta sedangkan aku sendiri tidak mengerti itu semua? Karna
cinta itu hanya omong kosong!
Jadi kesimpulannya adalah LOVE IS
BULLSHIT GUYS! Jangan pernah percaya dengan mereka yang hanya mengatakan tanpa
tindakan tentang cinta..
thanks
Label:
puisi cinta
BUTIRAN PASIR
Move on.. its not bad, right?
Dulu kata itu begitu mudah aku lakukan.. tapi tepatnya itu
dulu !
Jujur seumur hidup aku tidak pernah merasakan hal yang
berlebihan, terlebih untuk menyayangi orang lain. Bahkan dulu juga aku tidak
mengerti arti dari perasaan yang disebut-sebut semua orang itu galau.. NEVER
BUT NOT EVER!
And NOW.. surprise! Diumurku yang tepatnya saat itu 15 tahun
5 bulan.. oh tuhan ternyata inikah rasa galau yang dikatakan semua orang itu?
Pedih, sakit, dikhianati, dibohongi sebohong-bohongnya, bahkan diduakan namun
tetap menyanyanginya. Saat itu aku sangat menyesal karena pernah menertawakan
orang-orang yang mengatakan dirinya sedang galau.. menyesal dan maaf! Aku
mengerti sekarang tetang rasa itu! Sangat mengerti malah. Bahkan aku tidak tau apa
yang akan aku perbuat kedepan..
Awalnya memang bahagia, namun dibohongi.. kembali lagi dan
bahagia, namun tetap saja dibohongi dikhianati dan diduai.. lalu pergi dan
kembali untuk yang kesekian kalinya, bahagia memang, takut juga, dibohongi
lagi, diduai juga, dan CUKUP! Saat untuk pergi telah tiba.. apa gunanya
mempertahankan hubungan yang tidak ada ujungnya seperti ini? Hubungan yang
membuat oranglain tersakiti, keluargaku tersakiti dan terlebih aku juga
tersakiti. Putus... hanya itu yang dapat kuucapkan padanya tanpa memberikan
sepatah dua patah alasan. Dan sekarang.. jrengjrengjreng.... dia pun tersakiti!
MaafL
sama sekali tidak ingin membuatnya menangis, dan tidak sama sekali ingin
berbuat balas dendam, namun keadaan memang tidak memungkinkan untuk aku dan dia
terus bersama. Aku memang menyaynginya namun.. aku lebih menyayangi keluargaku
lebih dari apapun termasuk juga nyawaku. Aku juga telah berdoa kepada tuhan,
“bila kita memang berjodoh jangan biarkan aku dan kamu terpisah, namun bila
tidak, jauhkan dia dariku tuhan”.
Mungkin saat itu dia tellah memikirkan hal yang tidak-tidak
terhadapku contohnya saja dia bilang bahwa aku sengaja membuat nya menyayangiku
lalu dengan mudahnya aku dapat membalaskan dendamku padanya. REMEMBER HONEY,
I’M NOT ARTIST. SO I CAN’T ACTING THAT I’M LOVING YOU IN THE LONG TIME!!
Mungkin kelihatannya aku memang sangat egois, tapi sungguh aku benar-benar
menyayangi dia.. dan aku yakin dia juga tau itu. And if he really loving me, i
believe he will can do anything to always with me, right? Tapi apa.. tidak ada
satu apapun yang dilakukannya kecuali hanya mengumbar-umbar ke orang-orang
bahwa dia masih menyayangi aku hahaha. Jujur kalau saat itu dia melakukan satu
hal saja untuk membuktikan keseriusan kepadaku, aku telah berjanji bahwa aku
akan kembali dan terus bersamanya. Aku juga ingin mempunyai sesuatu hal yang
bisa aku jadikan bukti kepada teman-teman dan keluargaku bahwa dia saat itu
memang sangat menyayangiku dan dia rela lakukan apa saja demi aku! Itu yang aku
inginkan, kau tau? Sepertinya tidak.. karna sampai sekarang dihari ke-142 kami
putus dia bahkan tidak melakukan apapun demiku. aku egois memang. Dan yang
lebih pedihnya lagi, disaat penantianku menunggu nya, dia ternyata malah
mendekati banyak wanita dan mungkin beberapa ada yang menjalin hubungan kasih
dengannya. Bahkan aku lihat sampai sekarang ada yang bertahan dengannya.
Sakit... memang sakit rasanya! Aku bahkan buta. Aku slalu menantinya, percaya
akan janji-janjinya, rasa cinta yang dikatakannya. Tapi lihat, apa yang dia
lakukan? SO BULLSHIT!!! Maybe this is KARMA? Okay, no problem!
Sudah 1 bulan lamanya aku tidak bisa berhenti memikirkan
dia. Ini yang ingin aku tanyakan pada-Mu saat ini tuhan? Aku tau semua ini
memang salahku, membiarkannya lepas dariku tanpa mengatakan apapun kepadanya
dan telah menyakiti hatinya. Tapi, apa harus selama ini aku memendam sakit ini
tuhan? Begitu marah kah Engkau kepadaku? Sudah lama rasanya aku bertekad tidak
ingin mempertanyakan jalan hidupku lagi padamu, karna aku ingin menjalaninya tanpa
harus menyalahi takdir yang telah Kau atur. Namun sungguh tuhan untuk saat
sekarang ini aku tidak ssanggup lagi, aku lelah tuhan, lelah melihatnya bahagia
tidak bersamaku, lelah melihatnya tertawa bersama oranglain, lelah melihatnya
telah benar-benar melupakanku, dan lelah dengan semua kenangan nya bersamaku!
Hari-hari yang aku lalui cukup dapat dibilang hampa dan
tidak ada artinya. Dan saat ini aku juga telah memulai untuk menutup diri
kembali, sama seperti dulu, dulu sebelum aku mengenalnya. Lebih banyak
menghabiskan waktu dirumah dan tidur juga menonton tv. Menolak semua ajakan
luar, menghilangkan diri dikeramaian, bahkan juga menghilangkan komunikasi
terhadap dunia luar yah dengan cara tidak membalas sms dan telefon yang masuk,
tidak berakivitas didunia maya. Ini cukup membuat hidupku menjadi tenang..
hanya tenang namun tidak bahagia!
25 juli 2013..
hari ini aku salah. Jujur aku akui semua yang aku lakukan
selama ini adalah salah. Aku ingin bahagia, tapi aku hanya seperti ini,
menunggu kebahagiaan itu datang menghampiri aku. Betapa tidak? Hari ini aku
pergi bersama teman-teman lamaku lagi, dan tanpa sadarnya aku menemukan
kebahagiaanku. Disanalah titik puncak atas segalanya. Tidak dengan selama ini
yang aku hanya menunggu semua itu datang dengan sendirinya menghampiri diriku.
Aku bodoh, SANGAT BODOH! Membiarkan aku tenggelam dengan semua kenangan yang
ada.. hidup ini berjalan! Dan ingat, kebahagiaan itu tidak datang dengan
sendiri, namun kita yang cari dan kita yang ciptai!
Berkat dirinya sekarang aku bisa menemukan kebahagiaan yang
lebih sempurna.. kenangan kita memang tidak akan bisa kumusnahkan, namun akan
tetap terus kusimpan. Karna bersama dia juga merupakan sebahagian dari hidupku.
Dia pernah mengisi hari-hariku dulu, karna itu aku tidak akan pernah membenci
nya sampai kapanpun, karna dulu dia dapat membuatku tersenyum bahagia. Mungkin
kenangan ini akan kuceritakan pada anak cucuku nanti sebagai cerita bobo untuk
mereka. Dan tetaplah, aku dan dia yang menjadi pemeran utamanya! Karna, Kehidupanku ini ibaratkan butiran
pasir yang berada dipantai, dan dia adalah salah satu bagian dari sebutir pasir
yang mengisi celah-celah pantai itu
Memang sampai saat ini aku tidak pernah percaya dengan
cinta, karna cinta itu omong kosong! Bahkan aku tidak akan pernah mengatakan
cinta kepada seseorang.. sebab apa? Sebab aku tidak percaya dan aku sampai
detik inipun tidak tahu dengan makna cinta itu apa. Yang aku tau cinta itu
hanya berisikan omongkosong dan janji-janji seseorang kepada pasangannya.. dan
cinta itu buta bukan?
OKAY, THANKSJ
Label:
CERPEN
Rabu, 24 Juli 2013
CERPEN
SIBUNGSU
Kisah ini kisah seorang anak perempuan yg dilahirkan
dikeluarga sederhana. Dia merupakan seorang siswi SMP X kelas 2. Ayah dan
ibunya bekerja sebagai PNS. Ia merupakan anak ke-4 dari 4 bersaudara dan ia
sangat senang dipanggil dengan sebutan anak bungsu. Dia memiliki 2 orang kakak
lelaki yang bernama dodi dan yogi dan satu lagi kakak perempuannya yang bernama
muthia.
Hidupnya terbilang bahagia karena tentunya sebagai anak
bungsu dialah yang selalu dimaja oleh kedua orangtuanya. Terlebih ayahnya, dia
sangat dan sangat menyayangi anaknya ini, namun tidak terlalu begitu terhadap
ibunya, karena ibunya lebih nampak perhatian kepada kakak sibungsu yaitu kak
muthia. Namun itu ridak menjadi masalah kepada sibungsu yg biasa dipanggil ica
oleh seluruh anggota keluarganya, karena menurutnya mendapatkan kasih sayang
sang ayah saja sudah bahagianya lebih dari cukup.
Ia idak pernah takut kehilangan kasih sayang ayahnya dari
kecil hingga dia SD. Walaupun satu sekolah dengan ibunya yg berprofesi sebagai
guru juga disekolahnya saja ayahnya tetap selalu mengantar dan menjemputnya,
padahal hal itu dapat dilakukan oleh sang ibu saja. Tidak jauh berbeda juga
saat dia SMP. Ayah selalu melakukan hal yang sama yaitu mengantar, menjemputnya
disekolah, bila terjadi masalah ayah juga yang selalu datang kesekolah dan
mengambil raforpun tetap sang ayah.
Suatu ketika tepatnya pada bulan ramadhan saat dia masih
kelas 2 SMP, ibunya mengatakan sesuatu hal yang seharusnya tidak ingin dia
dengar. Saat itu sibungsu dan kakaknya muthia sedang membantu sang ibu membuat
kue lebaran. “mama sebenarnya sekarang dilarang untuk membuat kue dulu, tapi
kalian selalu ingin melakukannya” kata sang ibu. “kenapa gitu ma? Membuat kue
ini kan juga bisa nambah-nambah penghasilan kita ma” kata kak muthia. “iya kata
dokter mama gak boleh duduk lama-lama kayak gini, bisa berbahaya. Mama kan
sedang hamil adik baru kalian” kata ibu menjawab. Terjadi keheningan sesaat
saat itu, sibungsu dan kakaknya muthia tidak bisa berkata apa apa. Nampaknya
mereka benar-benar terkejut mendengar jawaban dari sang ibu. Tidak heranlah,
mungkin mereka berfikir kenapa sang ibu hamil lagi? Bukankah itu akan
membahayakan dirinya karena umurnya terbilang sudah akan memasuki usia tua.
Namun tidak dengan fikiran sibungsu. Ia memang saat itu tidak dapat berkata
apapun namun didalam hati dan fikirannya dia muncul satu demi satu pertanyaan
yang mungkin tidak dapat ia temukan jawabannya. “sudah setua ini mempunyai anak lagi? Anak saja sudah 4 begini, mau
ditambah satu lagi jadi 5? Bukankah itu memalukan? Kalau sampai teman-temanku
tahu semua ini bagaimana? Apa yang harus aku isi dibiodataku nanti? Anak ke 4
dari 5 bersaudara? Apaa begitu? Belum lagi jarak umur aku daan anak itu nanti!
13 tahun? Sempurna sekali hidupku menurut mereka ha? Aku tidak mau pokoknya TITIK!!!”
omelan sibungsu dalam hati. Ia tidak sanggup mengatakan semuanya kepada
orangtuanya, karena dia juga berfikir itu bukanlah hak dia. Tapi dia tetap
tidak bisa menerimanya. Sudah berulang kali dia fikirkan bahkan ribuan kali
tapi tetap 2 pernyataan yang dapat disimpulkan dari semua pertanyaan dia yaitu MALU
dan TAKUT KEHILANGAN KASIH SAYANG ORANGTUANYA!
Semenjak hari itu, ia merasa aneh dalam keluarganya itu.
Satu per satu semua keluarga sudah hampir tahu akan kehamilan sang ibu. Dia
semakin lama semakin marah, tidak terima dengan semua keadaan ini. Melihat
abang-abang dan kakak nya yang begitu perhatian kepada sang ibu juga terlebih
sang ayah. Semenjak saat itu ia merasakan dunia ini semakin tidak adil dengan
dirinya. Sibungsu marah dan marah, ia tidak pernah dan sama sekali tidak ingin
memperhatikan ibunya lagi. Tidak pernah ada rasa peduli kepada sang ibu lagi.
Hari demi hari berlalu begitu saja, tentunya perut sang ibu
semakin lama semakin membesar. Ia merasa malu dengan semua itu. Bahkan satupun
dari teman-temannya disekolah tidak ada yang tahu tentang adik barunya itu. Dia
selalu menyembunyikannya, hingga tidak ada satupun dari teman-temannya lagi
yang dibolehkan bermain kerumah. Ketidak pedulian terhadap ibunya pun mungkin
semakin nampak oleh semua orang terlebih sanak saudaranya. Karena apa? Karena setiap
kali ibunya meminta tolong, dia selalu membantahnya dan mengelak. Ibunya pun
mungkin dapat merasakan hal itu sehingga ibu juga tidak terlalu sering meminta
bantuannya karena mungkin juga takut anaknya ini menjadi anak durhaka. Sanak
saudaranya pun satu persatu mulai mencoba menasehatinya dan salah satunya adik
dari mamanya yaitu tek liza berkata pada sibungsu “ica kenapa kayak gini? Ica
mau durhaka sama mama ica? Ica gak takut dosa? Ica tu udah besar, dan harusnya
ica bisa bantu-bantu mama yang sekarang ini lagi hamil, bukannya malah gak
peduli sama mama ica”. “suka-suka ica lah. Emang salah ya kalau ica gak mau
punya adik lagi tek?” balas sibungsu bertanya. “gak salah ca, tapi mau diapain
lagi sekarang. Semuanya kan udah kejadian. Waktu kan gak bisa diulang. Emang
salah ya mama ica pengen punya anak lagi?” kata tek liza bertanya. “etek mau
tau salah mama dimana kan? Salah mama, kenapa mama itu gak ngomong dulu kalau
dia mau punya anak lagi? Etek kira ica gak kaet kalau tau mama hamil lagi? Etek
tau gak berapa jarak umur ica sama anak itu? Etek juga tau gak mama ica itu
udah punya anak keberapa? ica malu tek, MALU! Mereka ga pernah kan mikirin
perasaan ica? Apa yang mesti ica bilang ke orang-orang, etek gatau kan? Yaudahlah
etek kan gak tau apa-apa soal ini, jadi gausah deh sok-sok mau nasehatin ica. Ica
tau kok apa yang ica lakuin. Jangan anggap ica ni anak kecil lagi!” kata
sibungsu berkata tanpa henti. Mungkin tampaknya semua sanak saudaranya menyerah
dengan sibungsu, mereka tidak terlalu mementingkan sibungsu yang tidak karuan
itu lagi. Semua orang hanya banyak diam bila didekat sibungsu. Sibungsu pun
tidak mempermasalahkan hal itu, karna menurutnya akan ada hal penting lagi yang
menjadi masalah besarnya! Ya.. calon adiknya! Tampaknya dalam dirinya telah
tumbuh rasa benci dan rasa iri pada calon adiknya itu. Ia juga benci saat ayah,
ibu dan kakak-kakanya membicarakan tentang nama untuk sang bayi. “anaknya
perempuan” itulah kata dokter. Sempat sepintas sibungsu juga memikirkan tentang
calon adik perempuannya itu, ia ingin bermain juga bersamanya, memberikan nama,
menjaganya, dan ingin si adik cantik bersih. Namun semua itu tidak ada artinya
lagi pikir sibungsu bila ayah dan ibunya juga saudara-saudaranya akan lebih
menyayangi siadik. Ia takut.. takut sekali.. . hari demi hari pun berlalu
begitu cepa dan tanpa terasa siibu sekarang telah berada dirumah sakit untuk
bersalin. Sayangnya ibu tidak bisa melahirkan normal, itu memang siibu telah
mengetahuinya dari awal karena umurnya yang tidak memungkinkan. Satu hari
berada dirumah sakit ibu baru melaksanakan operasi, ini kali pertama ibu
operasi, karna anak sebelum-sebelumnya dilahirkan secara normal termasuk
sibungsu. Sibungsu sama sekali tidak ingn menengok ibu dirumah sakit, ia hanya
mendengar kabar saja bahwa ibu telah berhasil melahirkan adiknya yang ternyata
adalah laki-laki, sama sekali tidak menyenangkan dan tdak pula menyedihkan. Ia hanya
berfikir “baguslah ibu dan anak itu selama” lalu tersenyum datar.
Sehari... dua hari... dan tiga hari..
Tiga hari sudah ibu dirumah sakit, dan ica sama sekali tidak
pernah menengok ibunya. Satu demisatu pun sanak saudara menyuruhnya datang
melihat keadaan ibunya yang telah sedih melihat anak bungsunya itu sama sekali
tidak mempedulikan dia. Dari abang-abangnya, kakaknya, juga bahkan ayahnya
telah menyuruhnya menengok ibu. Namun dia tetap berrsikeras tidak bisa sebab
alasannya tidak akan ada yang menjaga rumah bila dia pergi. Dan di hari keempatlah
baru sikakak paling tua yaitu bang dodi sangat marah dan menghardik sibungsu
itu, dan mengantarkannya kerumah sakit dengan paksa. Tidak ada yang dapat
diperbuat sibungsu kecuali hanya pasrah dan mengikuti kata abangnya itu. Akhirnya
ia bertemu dengan ibu, namun percuma juga karna dia sama sekali tidak peduli
dan hanya melihat ibbinya sejenak, namun sayangnya saat iu dia tidak dapat
melihat siadik sebab siadik telah dibawa suster untuk tidur dirunag bayi. Cukup,
akhirnya sibungsu pulang bersama abangnya.
Ternyata hari berikutnya si ibu telah diperbolehkan pulang. Ibu
pulang dengan membawa adik sibungsu itu. Tetap saja, sibungsu tidak peduli.
Tiga bulan berlalu ketidakpedulian sibungsu terhadap
keluarganya. Si ibu yang seorang guru pun harus kembali pada rutinitasnya seperti
biasa untuk mengajar. Mau tidak mau, si adik harus dititipkan pada neneknya. Sehari..
duahari.. sibungsu hanya melihat bagaimana neneknya merawat adik tersebut. Mungkin
juga karena kasihan melihat sinenek yang letih, sibungsu diam-diam mulai
membantu nenek dan merawat adiknya itu. Tidak banyak yang dapat dibantunya,
namun lama kelamaan dia tidak dapat lagi untuk tidak peduli kepada adiknya itu,
dia bahkan tidak bisa seharipun tidak melihat adiknya.
1 bulan berlalu.. dia sekarang malah sangat menyayangi
adiknya itu, namanya daffa. Sibungsu bahkan rela pulang sekolah langsung pulang
kerumah demi menjaga adiknya itu. Dan hari demi hari juga sibungsu pun rela
memberikan gelas “sibungsu”nya itu kepada adik tersayangnya. Sempat ia berfikir
kenapa dulu ia begitu membenci ibu dan adiknya ini? Padahal mereka adalah harta
paling berharganya. Ibu? Semua orang juga tau kenapa dia sangat berharga. Namun
adik menurutnya adalah malaikat hidupnya. Kecil dan tak berdosa, jadi apa
alasan yang membuat dia harus membenci si adik? Alasan yang tidak logis adalah
yaitu dia malu, dan alasan yang logis adalah dia takut kehilangan kasih sayang
keluarganya. Wajar saja, bagaimana tidak.. jangankan keluarganya, dia saja
sekarang ini rela mati demi adiknya, betapa rasa sayang nya kepada siadik itu? Pastinya
sangat besar. Rela mati saja dia mau, apalagi rela diambil kasih sayang ayah
dan ibu, dan rela memberikan gelar “sibungsu” pada sang adik.. itu adalah hal
yang kecil yang akan dia lakukan. Karena inilah hidup.
TAMAT:)
Rabu, 26 Desember 2012
Cerita Remaja
#kekesalan
cuma sekilas cerita tentang anak remaja yang mungkin terbilang labil untuk jaman sekarang. and you know that! dibaca ya, dan mohon minta izin dulu sebelum dicopi guyss:)
kisah ini dimulai dari kekesalannya kepada sahabat-sahabatnya. dia bernama meji. yang saat itu masih duduk dibangku smp, namun telah selesai melaksanakan ujian UN. kekesalannya pada saat itu merubah segala kehidupannya. kekesanlannya itu berawal disaat pengumuman lulus-tidaklulus siswa disekolahnya. hari itu adalah hari sabtu, hari yang cerah namun dengan prasaan berdegub kencang. saat itu meji masih merasakan suasana yang masih sederhana alias biasa saja. meji malah saat itu masih sempat bersenda gurau dengan sahabat-sahabatnya. meji punya 6 orang sahabat yang sangat dekat dengannya yaitu mili,nela,fifah,naya,reisya,dan wawan. seperti biasa yg dilakukan siswa-siswi saat kelulusan yaitu mencoret-coret baju mereka. meji juga melakukannya namun tidak dengan sahabatnya. karna sebagian dari sahabat-sahabatnya tidak diperbolehkan mencoret baju mereka oleh orangtuanya. hanya meji,naya dan wawan yang melakukannya. saat itu pukul 10 teng, hingga pukul 12, sahabat meji yang tidak ikut saat pencoretan baju itu mendesak mengajak untuk pergi dari sekolah. dalam hati sebenarnya meji tidak mau pergi dari sekolah, karna saat itu meji sangat bersenang senang. namun dia juga tidak mungkin menolak ajakan temannya untuk segera pergi. dengan berat hati dia pergi meninggalkan sekolah. karna belum ingin pulang, sahabat sahabatnya mengajak berkunjung kerumah salah satu guru kesayangan mereka, yaitu buk nel. rumah buk nel cukup jauh bagi kami yang tidak berkendaraan yang hanya menggunakan angkot. belum lagi saat masuk kedalamnya. belum lagi hari panas. cukup sudah penderitaan meji saat itu, dia kesal dengan 6 sahabatnya itu, namun dia coba untuk tenang. sesampainya dirumah buk nel, apa yang terjadi? ternyata buk nel tidak berada dirumah. mengetahui hal itu meji sangat kesal sekesal kesalnya, perjuangan yg dilakukannya dalam mencapai rumah buk nel ternyata sia-sia, belum lagi untuk balik lagi keluar. namun hanya dapat dipendamnya didalam hati. setelah itu salah satu sahabatnya mengajak kerumah nela, semua setuju, meji sebenarnya tidak, namun yasudahlah dia tetap akan bersama teman temannya. sampai dirumah temannya lalu pulang meji tetap menyimpan kekesalannya itu hingga dia mengatakan kesalah seorang teman yang memang kurang dekat dengannya. namun karena mungkin saat itu meji sangat kesal, dia curahkan saja yang ada dihatinya kepada temannya yang bernama dera dan taya. dera dan taya disekolahan mereka sangat populer, lalu mereka mengajak meji untuk bergabung bersama mereka. awalnya meji ragu untuk ikut bersama mereka, namun mungkin saat itu masih mengingat kekesalannya kepada sahabat-sahabatnya, dia mau saja bergabung dengan dera dan taya. diawali dengan mengikuti konfoi yang diadakan anak anak itu pada hari senin. awalnya meji sempat menolak, karna dia tidak mau digonceng oleh sembarang orang, namun karena sahabat-sahabatnya meninggalkannya, dera terus memaksa maksanya untuk pergi. akhirnya mejipun ikut dengan mereka. dera mencarikan tumpangan untuk meji dan alhasil didapatkan juna**
bersambung dulu ya guyss"
cuma sekilas cerita tentang anak remaja yang mungkin terbilang labil untuk jaman sekarang. and you know that! dibaca ya, dan mohon minta izin dulu sebelum dicopi guyss:)
kisah ini dimulai dari kekesalannya kepada sahabat-sahabatnya. dia bernama meji. yang saat itu masih duduk dibangku smp, namun telah selesai melaksanakan ujian UN. kekesalannya pada saat itu merubah segala kehidupannya. kekesanlannya itu berawal disaat pengumuman lulus-tidaklulus siswa disekolahnya. hari itu adalah hari sabtu, hari yang cerah namun dengan prasaan berdegub kencang. saat itu meji masih merasakan suasana yang masih sederhana alias biasa saja. meji malah saat itu masih sempat bersenda gurau dengan sahabat-sahabatnya. meji punya 6 orang sahabat yang sangat dekat dengannya yaitu mili,nela,fifah,naya,reisya,dan wawan. seperti biasa yg dilakukan siswa-siswi saat kelulusan yaitu mencoret-coret baju mereka. meji juga melakukannya namun tidak dengan sahabatnya. karna sebagian dari sahabat-sahabatnya tidak diperbolehkan mencoret baju mereka oleh orangtuanya. hanya meji,naya dan wawan yang melakukannya. saat itu pukul 10 teng, hingga pukul 12, sahabat meji yang tidak ikut saat pencoretan baju itu mendesak mengajak untuk pergi dari sekolah. dalam hati sebenarnya meji tidak mau pergi dari sekolah, karna saat itu meji sangat bersenang senang. namun dia juga tidak mungkin menolak ajakan temannya untuk segera pergi. dengan berat hati dia pergi meninggalkan sekolah. karna belum ingin pulang, sahabat sahabatnya mengajak berkunjung kerumah salah satu guru kesayangan mereka, yaitu buk nel. rumah buk nel cukup jauh bagi kami yang tidak berkendaraan yang hanya menggunakan angkot. belum lagi saat masuk kedalamnya. belum lagi hari panas. cukup sudah penderitaan meji saat itu, dia kesal dengan 6 sahabatnya itu, namun dia coba untuk tenang. sesampainya dirumah buk nel, apa yang terjadi? ternyata buk nel tidak berada dirumah. mengetahui hal itu meji sangat kesal sekesal kesalnya, perjuangan yg dilakukannya dalam mencapai rumah buk nel ternyata sia-sia, belum lagi untuk balik lagi keluar. namun hanya dapat dipendamnya didalam hati. setelah itu salah satu sahabatnya mengajak kerumah nela, semua setuju, meji sebenarnya tidak, namun yasudahlah dia tetap akan bersama teman temannya. sampai dirumah temannya lalu pulang meji tetap menyimpan kekesalannya itu hingga dia mengatakan kesalah seorang teman yang memang kurang dekat dengannya. namun karena mungkin saat itu meji sangat kesal, dia curahkan saja yang ada dihatinya kepada temannya yang bernama dera dan taya. dera dan taya disekolahan mereka sangat populer, lalu mereka mengajak meji untuk bergabung bersama mereka. awalnya meji ragu untuk ikut bersama mereka, namun mungkin saat itu masih mengingat kekesalannya kepada sahabat-sahabatnya, dia mau saja bergabung dengan dera dan taya. diawali dengan mengikuti konfoi yang diadakan anak anak itu pada hari senin. awalnya meji sempat menolak, karna dia tidak mau digonceng oleh sembarang orang, namun karena sahabat-sahabatnya meninggalkannya, dera terus memaksa maksanya untuk pergi. akhirnya mejipun ikut dengan mereka. dera mencarikan tumpangan untuk meji dan alhasil didapatkan juna**
bersambung dulu ya guyss"
Sabtu, 25 Agustus 2012
KEMBALI
AKHIRNYA BISA KEMBALI NGEBLOG LAGI YEYEYE=))
OYAAA GUA LUPA, MAU NGABARIN KALAU GUA LAGI PROSES BUAT BIKIN NOVEL KARYA GUA SENDIRI!!!
CERITANYA SIH UDAH HAMPIR SELESAI, TAPI YAH, TAULAH GUA ORANGNYA AGAK SEDIKIT OLENG. JADI RENCANANYA MASIH ADA YANG MAU GUA UBAH DULU! JADI SABAR YAAAAAA
TRUS GUA JUGA BELUM DAPET JUDUL YG BAGUS NYA!
KALAU MENURUT GUA SIH CERITANYA BAGUSSS! TENTANG KELUARGA DAN KISAH CINTA GITU!
SATU HAL LAGI,................ GUA AMBIL KISAH INI DARI KISAH NYATA BEBERAPA ORANG DISEKITAR GUA SIH, TAPI DI NOVEL INI CERITANYA AGAK MENDRAMATISIR GITUUUU. MALAHAN YANG HARUSNYA EMANG MENDRAMATISIR CERITANYA, MALAH JADI BIASA BANGET GUA BUAT... YAH ITU MAKLUM AJA SOALNYA ORANG YANG GUA AMBIL CERITANYA INI GAK TERLALU DEKET BANGET MEMANG SAMA GUAAAA!!! GUA CUMA DENGER-DENGER CERITA KAKAK GUA SAMA SEPUPU GUA. YAH MAKLUM AJADEH, GUA BUKAN ANAK GAUL, JADI CERITA YANG BEGITUAN GUA GAKTAU, PALINGAN KALAU GUA TAU ITU KARNA KUPING GUA YANG KETAGIHAN NGUPING CERITA KAKAK GUA!!! HABIS CERITA TEMEN-TEMENNYA SERUUUU SIH!
JADI TUNGGU YAAAA NOVEL GUA SELESAI, TRUS KALO BISA BAKAL GUA TERBITIN JADI NOVEL BENERAN PUNYA GUAAAA, PASTI ASIIIKKKK DONG YAAH HAHAHA
OYAAA GUA LUPA, MAU NGABARIN KALAU GUA LAGI PROSES BUAT BIKIN NOVEL KARYA GUA SENDIRI!!!
CERITANYA SIH UDAH HAMPIR SELESAI, TAPI YAH, TAULAH GUA ORANGNYA AGAK SEDIKIT OLENG. JADI RENCANANYA MASIH ADA YANG MAU GUA UBAH DULU! JADI SABAR YAAAAAA
TRUS GUA JUGA BELUM DAPET JUDUL YG BAGUS NYA!
KALAU MENURUT GUA SIH CERITANYA BAGUSSS! TENTANG KELUARGA DAN KISAH CINTA GITU!
SATU HAL LAGI,................ GUA AMBIL KISAH INI DARI KISAH NYATA BEBERAPA ORANG DISEKITAR GUA SIH, TAPI DI NOVEL INI CERITANYA AGAK MENDRAMATISIR GITUUUU. MALAHAN YANG HARUSNYA EMANG MENDRAMATISIR CERITANYA, MALAH JADI BIASA BANGET GUA BUAT... YAH ITU MAKLUM AJA SOALNYA ORANG YANG GUA AMBIL CERITANYA INI GAK TERLALU DEKET BANGET MEMANG SAMA GUAAAA!!! GUA CUMA DENGER-DENGER CERITA KAKAK GUA SAMA SEPUPU GUA. YAH MAKLUM AJADEH, GUA BUKAN ANAK GAUL, JADI CERITA YANG BEGITUAN GUA GAKTAU, PALINGAN KALAU GUA TAU ITU KARNA KUPING GUA YANG KETAGIHAN NGUPING CERITA KAKAK GUA!!! HABIS CERITA TEMEN-TEMENNYA SERUUUU SIH!
JADI TUNGGU YAAAA NOVEL GUA SELESAI, TRUS KALO BISA BAKAL GUA TERBITIN JADI NOVEL BENERAN PUNYA GUAAAA, PASTI ASIIIKKKK DONG YAAH HAHAHA
MAKALAH
Kenakalan Remaja, Peran Orang Tua,
Guru dan Lingkungan
Sebenarnya
menjaga sikap dan tindak tanduk positif itu tidak hanya tanggung jawab para
guru dan keluarganya, tetapi semua orang, Guru yang selalu mengusahakan keluarganya
menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan dengan sebuah contoh, adalah
cerminan komitmen dan pendalaman makna dari seorang guru. Sang guru harus
berusaha agar keluarganya baik dan tidak korupsi agar ia dapat mengajari kepada
murid-muridnya yang merupakan remaja generasi penerus bangsa memiliki moral dan
ahlak baik dan tidak korupsi, berusaha tidak berbohong agar murid-muridnya
sebagai remaja yang baik tidak menjadi pendusta, tidak terjaebak dalam
kenakalan remaja.
Guru adalah profesi yang mulia dan tidak mudah dilaksanakan serta memiliki posisi yang sangat luhur di masyarakat. Semua orang pasti akan membenarkan pernyataan ini jika mengerti sejauh mana peran dan tanggung jawab seorang guru . Sejak saya baru berusia 6 tahun hingga dewasa, orang tua saya yang merupakan seorang guru, selalu memberikan instruksi yang mengingatkan kami para anak-anaknya adalah anak seorang guru yang harus selalu menjaga tingkah laku agar selalu baik dan jangan sampai melakukan sebuah kesalahan . Seberat itukah, seharus itukah kami bertindak Lantas apa hubungan profesi orang tua dengan dengan anak-anaknya, apakah hanya anak seorang guru yang harus demikian ?.
Peran guru tidak hanya sebatas tugas yang harus dilaksanakan di depan kelas saja, tetapi seluruh hidupnya memang harus di dedikasikan untuk pendidikan. Tidak hanya menyampaikan teori-teori akademis saja tetapi suri tauladan yang digambarkan dengan perilaku seorang guru dalam kehidupan sehari-hari.
Terkesannya seorang Guru adalah sosok orang sempurna yang di tuntut tidak melakukan kesalahan sedikitpun, sedikit saja sang guru salah dalam bertutur kata itu akan tertanam sangat mendalam dalam sanubari para remaja. Jika sang guru mempunyai kebiasaan buruk dan itu di ketahui oleh sang murid, tidak ayal jika itu akan dijadikan referensi bagi para remaja yang lain tentang pembenaran kesalahan yang sedang ia lakukan, dan ini dapat menjadi satu penyebab, alasan mengapa terjadi kenakalan remaja.
Sepertinya filosofi sang guru ini layak untuk di jadikan filosofi hidup, karena hampir setiap orang akan menjadi seorang ayah dan ibu yang notabenenya merupakan guru yang terdekat bagi anak-anak penerus bangsa ini. Akan sulit bagi seorang ayah untuk melarang anak remajanya untuk tidak merokok jika seorang ayahnya adalah perokok. Akan sulit bagi seorang ibu untuk mengajari anak-anak remaja untuk selalu jujur, jika dirumah sang ibu selalu berdusta kepada ayah dan lingkungannya, atau sebaliknya. jadi bagaimana mungkin orang tua melarang remaja untuk tidak nakal sementara mereka sendiri nakal?
Suatu siang saya agak miris melihat seorang remaja SMP sedang asik mengisap sebatang rokok bersama adik kelasnya yang masih di SD, itu terlihat dari seragam yang dikenakan dan usianya memang terbilang masih remaja. Siapa yang harus disalahkan dalam kasus ini. Apakah sianak remaja tersebut, sepertinya tidak adil kalau kita hanya menyalahkan si anak remaja itu saja, anak itu terlahir bagaikan selembar kertas yang masih putih, mau jadi seperti apa kelak di hari tuanya tergantung dengan tinta dan menulis apa pada selembar kertas putih itu . Orang pertama yang patut disalahkan mungkin adalah guru, baik guru yang ada di rumah ( orang tua ), di sekolah ( guru), atau pun lingkungannya hingga secara tanpa disadari mencetak para remaja tersebut untuk melakukan perbuatan yang dapat digolongkan ke dalam kenakalan remaja.
Peran orang tua yang bertanggung jawab terhadap keselamatan para remaja tentunya tidak membiarkan anaknya terlena dengan fasilitas-fasilitas yang dapat menenggelamkan si anak remaja kedalam kenakalan remaja, kontrol yang baik dengan selalu memberikan pendidikan moral dan agama yang baik diharapkan akan dapat membimbing si anak remaja ke jalan yang benar, bagaimana orang tua dapat mendidik anaknya menjadi remaja yang sholeh sedangkan orang tuanya jarang menjalankan sesuatu yang mencerminkan kesholehan, ke masjid misalnya. Jadi jangan heran apabila terjadi kenakalan remaja, karena sang remaja mencontoh pola kenakalan para orang tua
Tidak mudah memang untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru diharapkan tidak hanya didasari oleh gaji guru yang akan dinaikkan, bukan merupakan pilihan terakhir setelah tidak dapat berprofesi di bidang yang lain, tidak juga karena peluang. Selayaknya cita-cita untuk menjadi guru didasari oleh sebuah idealisme yang luhur, untuk menciptakan para remaja sebagai generasi penerus yang berkualitas.
Sebaiknya Guru tidak hanya dipandang sebagai profesi saja, tetapi adalah bagian hidup dan idialisme seorang guru memang harus dijunjung setinggi-tingginya. Idealisme itu seharusnya tidak tergantikan oleh apapun termasuk uang. Namun guru adalah manusia, sekuat-kuatnya manusia bertahan dia tetaplah manusia, jika terpaan cobaan itu terlalu kuat manusia juga dapat melakukan kesalahan.
Akhir akhir ini ada berita di media masa yang sangat meruntuhkan citra sang guru adalah berita tentang pencabulan Oknum guru terhadap anak didiknya. Kalau pepatah mengatakan guru kencing bediri murid kencing berlari itu benar, berarti satu orang guru melakukan itu berapa orang murid yang lebih parah dari itu, hingga akhirnya menciptakan pola kenakalan remaja yang sangat tidak ingin kita harapkan.
Gejala-gejala ini telah menunjukan kebenarannya. Kita ambil saja kasus siswa remaja mesum yang dilakukan oleh para remaja belia seperti misalnya kasus-kasus di remaja mesum di taman sari Pangkalpinang ibukota provinsi Bangka Belitung, lokasi remaja pacaran di bukit dealova pangkalpinang, dan remaja Ayam kampus yang mulai marak di tambah lagi foto-foto syur remaja SMP jebus, ini menunjukkan bahwa pepatah itu menujukkan kebenarannya.
Kerja team yang terdiri dari orang tua (sebagai guru dirumah), Guru di sekolah, dan Lingkungan (sebagai Guru saat anak-anak, para remaja bermain dan belajar) harus di bentuk. diawali dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru di sekolah, pertemuan yang intensif antara keduanya akan saling memberikan informasi yang sangat mendukung bagi pendidikan para remaja. Peran Lingkungan pun harus lebih peduli, dengan menganggap para remaja yang ada di lingkungannya adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun akan dapat memberikan informasi yang benar kepada orang tua tentang tindak tanduk si remaja tersebut dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangannya agar tidak terjebak dalam kenakalan remaja.
terlihat betapa peran orang tua sangat memegang peranan penting dalam membentuk pola perilaku para remaja, setelah semua informasi tentang pertumbuhan anaknya di dapat, orang tuapun harus pandai mengelola informasi itu dengan benar.
Terlepas dari baik buruknya seorang guru nampaknya filosofi seorang guru dapat dijadikan pegangan bagi kita semua terutama bagi para orang tua untuk menangkal kenakalan remaja, mari kita bersama-sama untuk menjadi guru bagi anak-anak dan para remaja kita para remaja belia, dengan selalu memberi contoh kebenaran dan memberi dorongan untuk berbuat kebenaran. Sang guru bagi para remaja adalah Orang tua, guru sekolah dan lingkungan tempat ia di besarkan. Seandainya sang guru dapat memberi teladan yang baik mudah-mudahan generasi remaja kita akan ada di jalan yang benar dan selamat dari budaya "kenakalan remaja" yang merusak kehidupan dan masa depan para remaja, semoga.
Guru adalah profesi yang mulia dan tidak mudah dilaksanakan serta memiliki posisi yang sangat luhur di masyarakat. Semua orang pasti akan membenarkan pernyataan ini jika mengerti sejauh mana peran dan tanggung jawab seorang guru . Sejak saya baru berusia 6 tahun hingga dewasa, orang tua saya yang merupakan seorang guru, selalu memberikan instruksi yang mengingatkan kami para anak-anaknya adalah anak seorang guru yang harus selalu menjaga tingkah laku agar selalu baik dan jangan sampai melakukan sebuah kesalahan . Seberat itukah, seharus itukah kami bertindak Lantas apa hubungan profesi orang tua dengan dengan anak-anaknya, apakah hanya anak seorang guru yang harus demikian ?.
Peran guru tidak hanya sebatas tugas yang harus dilaksanakan di depan kelas saja, tetapi seluruh hidupnya memang harus di dedikasikan untuk pendidikan. Tidak hanya menyampaikan teori-teori akademis saja tetapi suri tauladan yang digambarkan dengan perilaku seorang guru dalam kehidupan sehari-hari.
Terkesannya seorang Guru adalah sosok orang sempurna yang di tuntut tidak melakukan kesalahan sedikitpun, sedikit saja sang guru salah dalam bertutur kata itu akan tertanam sangat mendalam dalam sanubari para remaja. Jika sang guru mempunyai kebiasaan buruk dan itu di ketahui oleh sang murid, tidak ayal jika itu akan dijadikan referensi bagi para remaja yang lain tentang pembenaran kesalahan yang sedang ia lakukan, dan ini dapat menjadi satu penyebab, alasan mengapa terjadi kenakalan remaja.
Sepertinya filosofi sang guru ini layak untuk di jadikan filosofi hidup, karena hampir setiap orang akan menjadi seorang ayah dan ibu yang notabenenya merupakan guru yang terdekat bagi anak-anak penerus bangsa ini. Akan sulit bagi seorang ayah untuk melarang anak remajanya untuk tidak merokok jika seorang ayahnya adalah perokok. Akan sulit bagi seorang ibu untuk mengajari anak-anak remaja untuk selalu jujur, jika dirumah sang ibu selalu berdusta kepada ayah dan lingkungannya, atau sebaliknya. jadi bagaimana mungkin orang tua melarang remaja untuk tidak nakal sementara mereka sendiri nakal?
Suatu siang saya agak miris melihat seorang remaja SMP sedang asik mengisap sebatang rokok bersama adik kelasnya yang masih di SD, itu terlihat dari seragam yang dikenakan dan usianya memang terbilang masih remaja. Siapa yang harus disalahkan dalam kasus ini. Apakah sianak remaja tersebut, sepertinya tidak adil kalau kita hanya menyalahkan si anak remaja itu saja, anak itu terlahir bagaikan selembar kertas yang masih putih, mau jadi seperti apa kelak di hari tuanya tergantung dengan tinta dan menulis apa pada selembar kertas putih itu . Orang pertama yang patut disalahkan mungkin adalah guru, baik guru yang ada di rumah ( orang tua ), di sekolah ( guru), atau pun lingkungannya hingga secara tanpa disadari mencetak para remaja tersebut untuk melakukan perbuatan yang dapat digolongkan ke dalam kenakalan remaja.
Peran orang tua yang bertanggung jawab terhadap keselamatan para remaja tentunya tidak membiarkan anaknya terlena dengan fasilitas-fasilitas yang dapat menenggelamkan si anak remaja kedalam kenakalan remaja, kontrol yang baik dengan selalu memberikan pendidikan moral dan agama yang baik diharapkan akan dapat membimbing si anak remaja ke jalan yang benar, bagaimana orang tua dapat mendidik anaknya menjadi remaja yang sholeh sedangkan orang tuanya jarang menjalankan sesuatu yang mencerminkan kesholehan, ke masjid misalnya. Jadi jangan heran apabila terjadi kenakalan remaja, karena sang remaja mencontoh pola kenakalan para orang tua
Tidak mudah memang untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru diharapkan tidak hanya didasari oleh gaji guru yang akan dinaikkan, bukan merupakan pilihan terakhir setelah tidak dapat berprofesi di bidang yang lain, tidak juga karena peluang. Selayaknya cita-cita untuk menjadi guru didasari oleh sebuah idealisme yang luhur, untuk menciptakan para remaja sebagai generasi penerus yang berkualitas.
Sebaiknya Guru tidak hanya dipandang sebagai profesi saja, tetapi adalah bagian hidup dan idialisme seorang guru memang harus dijunjung setinggi-tingginya. Idealisme itu seharusnya tidak tergantikan oleh apapun termasuk uang. Namun guru adalah manusia, sekuat-kuatnya manusia bertahan dia tetaplah manusia, jika terpaan cobaan itu terlalu kuat manusia juga dapat melakukan kesalahan.
Akhir akhir ini ada berita di media masa yang sangat meruntuhkan citra sang guru adalah berita tentang pencabulan Oknum guru terhadap anak didiknya. Kalau pepatah mengatakan guru kencing bediri murid kencing berlari itu benar, berarti satu orang guru melakukan itu berapa orang murid yang lebih parah dari itu, hingga akhirnya menciptakan pola kenakalan remaja yang sangat tidak ingin kita harapkan.
Gejala-gejala ini telah menunjukan kebenarannya. Kita ambil saja kasus siswa remaja mesum yang dilakukan oleh para remaja belia seperti misalnya kasus-kasus di remaja mesum di taman sari Pangkalpinang ibukota provinsi Bangka Belitung, lokasi remaja pacaran di bukit dealova pangkalpinang, dan remaja Ayam kampus yang mulai marak di tambah lagi foto-foto syur remaja SMP jebus, ini menunjukkan bahwa pepatah itu menujukkan kebenarannya.
Kerja team yang terdiri dari orang tua (sebagai guru dirumah), Guru di sekolah, dan Lingkungan (sebagai Guru saat anak-anak, para remaja bermain dan belajar) harus di bentuk. diawali dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru di sekolah, pertemuan yang intensif antara keduanya akan saling memberikan informasi yang sangat mendukung bagi pendidikan para remaja. Peran Lingkungan pun harus lebih peduli, dengan menganggap para remaja yang ada di lingkungannya adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun akan dapat memberikan informasi yang benar kepada orang tua tentang tindak tanduk si remaja tersebut dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangannya agar tidak terjebak dalam kenakalan remaja.
terlihat betapa peran orang tua sangat memegang peranan penting dalam membentuk pola perilaku para remaja, setelah semua informasi tentang pertumbuhan anaknya di dapat, orang tuapun harus pandai mengelola informasi itu dengan benar.
Terlepas dari baik buruknya seorang guru nampaknya filosofi seorang guru dapat dijadikan pegangan bagi kita semua terutama bagi para orang tua untuk menangkal kenakalan remaja, mari kita bersama-sama untuk menjadi guru bagi anak-anak dan para remaja kita para remaja belia, dengan selalu memberi contoh kebenaran dan memberi dorongan untuk berbuat kebenaran. Sang guru bagi para remaja adalah Orang tua, guru sekolah dan lingkungan tempat ia di besarkan. Seandainya sang guru dapat memberi teladan yang baik mudah-mudahan generasi remaja kita akan ada di jalan yang benar dan selamat dari budaya "kenakalan remaja" yang merusak kehidupan dan masa depan para remaja, semoga.
Rabu, 29 Juni 2011
Model Pocari Sweat, Lee Jung Hoon jadi member boyband HITZ ??
Ehem,, udah liat iklan Pocari Sweat part kedua kan? Yang belum liat diyoutube aja. Nah disitu ada model iklan cowo yang ganteng kan? Yups,, namanya Lee Jung Hoon. Yang berasal dari Korea!!
Nah,, aku tadi baru dapet info dari reader AFC, kalau dia sekarang di Jakarta!! Ngapain? Tadinya aku pikir dia akan tuh di Jakarta lagi kerja buat Pocari Sweat. Nah,, yang bikin kaget, ternyata dia di Jakarta karena dia adalah member dari Boyband baru yang akan bernama HITZ yang sepertinya dinaungi oleh Nagaswara.(Aku sebenernya binggung, ini Boyband Indonesia atau Boyband Korea, soalnya kayanya membernya campuran)
Yups, HITZ sendiri katanya terdiri dari 3 member!! Yaitu Lee Jung Hoon sendiri, danIrwan Chandra dan satu lagi bernama Ferdinand. Single album mereka dinamai “YES3X” dan baru aja tadi pada 26 Juni menggelar 1st performance di Mall Of Indonesia (MOI).
Aku belum dapet info lebih lanjut lagi sih tentang kebenaran hal ini!! Dan kalau aku lihat di twitternya Nagaswara @NAGASWARA_ID aku nemuin account @HITZ_SOR yang kayanya itu adalah account fans officialnya HITZ.
Ini adalah screen capturenya yang tadi aku ambil di @HITZ_SOR
Dan setelah searching, katanya @Lee_jh2107 adalah account twitter dari Lee Jung Hun, (tapi enggak tahu bener atau enggak)dan kalo liat dari tweetnya sih emang bener!! (Ini salah satu screen capture yang aku ambil dari accountnya yang @Lee_jh2107) !! Tapi ada juga yang bilang accountnya Lee Jung Hoon itu @Lee_Jh2471 (Wah,, ini yang bener yang mana? Aku masih belum tau,,mian!!)
Ehm,, so untuk memastikan hal ini!! Mari kita tunggu perform mereka di TV!! heheh
Super 9 Boyz (S9B) Boyband Indonesia
Kalian pasti sudah tau kan band-band seperti Wali, Kerispatih penyanyi seperti T2, Ruth Sahanaya, Zivilia, dll… jadi sekarang kita ga bahas tentang itu, kita bahas tentang label rekaman mereka yang bernama Nagaswara.
Boss besar dari label rekaman ini akan mengeluarkan Boyband baru, dan para membernya adalah pecinta Kpop dan E.L.F Indonesia. Boyband yang akan beranggota 9 orang laki-laki ini dibernama Super 9 Boyz atau disingkat S9B, beberapa dari personil boyband yang dipilih Nagaswara merupakan member United Kpop Lovers Indonesia (UKLI) district Jakarta dan Bandung. Selain itu salah satu member S9B ini itu sepupunya Vidi Aldiano loh!
Yang menghebohkan dalam mempersiapkan debut mereka, Rahayu Kertawiguna (boss dari Nagaswara) akan membeli hak cipta lagu “Asereje” yang dulu dipopulerkan oleh Last Ketchup *pasti tau semua kan itu lagu yang dulu populer diIndonesia pas jaman 2002 gue SD * dan boss besar dari Nagaswara ini mengubah lagu tersebut menjadi “ACDC Aha Ehe” gue gatau sih lagunya kayak gimana, kita lihat aja nanti ._.
Koreo lagu ini dibuat oleh koreografernya Agnes Monica dan pengiring lagu ini salah satunya adalah Sammy, drummernya Ello. Dan ke-9 personil ini kelak jika mereka membuat album, mereka akan mendedikasikan albumnya, lagu dan koreo di dalam album tersebut untuk Super Junior, ini sebagai wujud kecintaan mereka terhadap sang idola. Mereka berjanji akan memberi yang terbaik bagi sang idolanya dan mempersembahkan album yang masih belum diketahui kapan akan release, kepada E.L.F (Everlasting Friends) di Indonesia dan di dunia, semoga album mereka kelak dapat mewakili ELF di dunia untuk merepresentasikan kecintaan ELF kepada Super Junior berupa karya lagu dan koreo dalam album mereka.
Harapan terbesar S9B adalah ” kelak mereka dapat konser sepanggung dengan idola mereka Super Junior dan berteriak “Proudly to say We Are Everlasting Friends” “
ini wajah wajah mereka
Makin marak ya boyband di Indonesia udah ada SM*SH, NSG STAR, S9B ada yang mau nyusul lagi buat boyband?atau mungkin Girlband? wkwkwkwk… XP
Langganan:
Postingan (Atom)